Profil
Shihan Erick Danurahardja

Erick Danurahardja

Shihan & Branch President Indonesia

Penghargaan Shihan Erick Danurahardja

Sejarah & Biografi Perguruan

Erick Danurahardja, lahir di Surabaya pada 23 November 1987, adalah seorang praktisi dan mantan atlit Kyokushin Karate asal Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Branch President Shidokan Indonesia. Ia pernah mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia World Open Karate Tournament tahun 2019 di Tokyo, dan kini mendedikasikan diri sebagai pelatih kepala di organisasi yang dipimpinnya.

Terlahir dari keluarga sederhana — ayahnya bekerja sebagai kontraktor dan ibunya mengurus rumah tangga — Erick tidak pernah berprestasi selama SD dan SMP, bahkan hampir selalu tidak naik kelas. Orang tuanya kerap mendapat panggilan dari pihak sekolah karena kenakalannya yang suka berkelahi.

Menginjak bangku SMA, seluruh nilai pelajarannya hancur, bahkan pelajaran olahraga pun mendapat nilai jelek karena tidak ada satu pun bidang olahraga yang dikuasainya. Keputusan sekolah untuk tidak menaikkannya ke kelas 2 membuatnya semakin berontak di usia remaja, hingga akhirnya ia mencari jati diri dengan berlatih Kyokushin Karate.

Saat itu, di awal tahun 2000-an, beladiri yang sedang populer adalah Taekwondo, namun ia tidak berminat karena ingin mencari sesuatu yang lebih keras dan cocok untuk dirinya. Pada 2004 ia mulai berlatih di dojo binaan Sensei Heru Gufron, dan direkomendasikan untuk ujian sabuk hitam (DAN 1) pada tahun 2015.

Tahun 2019, ia menjalani ujian ke Nidan (DAN 2) oleh Shihan JB Sujoto di Bandungan dan dinyatakan lulus. Di tahun yang sama, ia direkomendasikan oleh pelatih setempat dan ditunjuk oleh dewan guru untuk mewakili Indonesia pada World Open Karate Tournament yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di Jepang. Sayangnya, saat bertanding melawan perwakilan Switzerland, ia mengalami cedera pada mata kaki sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Pada September 2020, ia mengundurkan diri dari WKO Shinkyokushinkai Indonesia karena sudah tidak dapat bersinergi dengan beberapa senior di Surabaya. Setelah mengundurkan diri, ia ditunjuk oleh World Zen-Kyokushin sebagai official country representative dan dipercaya untuk mengembangkan anggota di seluruh Indonesia.

Pada Januari 2022, ia menantang diri untuk membawa Shidokan masuk ke Indonesia, dengan harapan dapat diterima di bawah naungan KEMENPORA — mengingat terlalu banyak nama Kyokushin di Indonesia sehingga peluang untuk mendapat pengakuan akan sulit. Di sisi lain, Shidokan adalah Yuan Kyokushin; dalam bahasa Jepang, kata Yuan (diambil dari karakter Kanji 源) berarti asal-usul atau sumber — melambangkan tempat mulainya sesuatu, kemurnian, atau kembali ke akar dasar yang asli.

Hingga saat biografi ini ditulis, Erick adalah satu-satunya Shibucho (Branch Chief) dan penyandang DAN 4 termuda di Indonesia. Ia mendapat penunjukan Branch Chief resmi saat berusia 32 tahun, dan dipromosikan ke DAN 4 saat berusia 35 tahun, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kata dan 40x man kumite di dojo Mas Oyama Kyokushinkaikan, Ikebukuro, Tokyo.

Di masa sekarang, Erick selalu memiliki agenda rutin tiap tahunnya untuk terlibat dalam kegiatan Full Contact Karate, baik di dalam maupun luar negeri — mulai dari latihan di dojo murid-murid Masutatsu Oyama, seminar, hingga mengirimkan atlit untuk bertanding. Beberapa tokoh legendaris Full Contact Karate yang sudah pernah ditemuinya (sebagian besar dalam konteks latihan dan seminar) antara lain Yoshiji Soeno, Kaoru Okubo, Ryuji Murakami, Kakuda Nobuaki, Katsuaki Sato, Kazuyuki Hasegawa, Kenji Midori, Norichika Tsukamoto, Judd Reid, Takuma Kouketsu, Daigo Oishi, Kenichi Sato, Akira Masuda, Fransisco Filho, Ryu Narushima, Glaube Feitosa, Ewerton Teixeira, Jan Soukup, Fujii Yusuke, David Pickthall, Satoshi Yui, Masanaga Nakamura, dan Shigeru Tabata.

Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain juara 1 kelas berat Kejurnas WKO Shinkyokushinkai 2017, juara Sington Muay Thai "Road to Victory" 2017, juara 3 kelas berat Soengging Cup III, juara 1 kelas berat 2 Martial Arts Power Indonesian Full Contact Karate Association (IFKA), dan medali emas Kejurnas Tarung Bebas Indonesia (TBI) Malang Open 2019.

Ringkasan

JabatanShihan & Branch President — Shidokan Indonesia
TingkatDAN IV — Shidokan International
Mulai BerlatihKyokushin Karate sejak 2003
Sabuk HitamShodan 2015 (Shihan Mas Gufron Heru, Surabaya)
PrestasiJuara 1 Kejurnas ke-20 WKOSI 2017 & Indonesia Open (IFKA) 2019
InternasionalPerwakilan Indonesia — World Open Karate Tournament ke-12, Tokyo
SertifikasiPelatih Fisik Nasional (LP2O LANKOR), Personal Trainer (RAI Institute)
Testimoni Legenda

Beberapa legend yang pernah berkomentar langsung kepada Erick

Yoshiji Soeno

Erick is very strong. Samurai Spirit.

Yoshiji Soeno

Mei 2023

Satoshi Yui

Very good technique, you have a good form in kumite.

Satoshi Yui

November 2023

Akira Masuda

You have a good skills, not only fight but also understand bushido in Kyokushin way.

Akira Masuda

Juni 2024

Di era modern, kekuatan sejati bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tetapi tentang kedisiplinan, hormat kepada sesama, serta tekad untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

Shihan Erick Danurahardja